Hoahhh! lama tidak bersentuhan dengan internet dan blog, senangnyaaaa..
(ngeblog sambil keringetan di warnet murah yang ac-nya nun jauh dimato)..
Beberapa waktu yang lalu, lupa pastinya kapan, udah agak lama..
timeline twitter gue dibanjiri dengan beragam status galau dari mancanegara, pelosok negeri.
Tampaknya penyebab kegalauan hati bermacam-macam.
Problema cinta, seperti biasa, merajai chart kegalauan.
Selebihnya ada yang galau tanpa sebab (dia bilang sii gituu), dimarahin ortu, mengalami hari buruk, mau dapet (wanita!), dan masih banyaak lagi..
Berdasarkan pengamatan gue hari itu, berikut beberapa kegalauan yang terjadi :
GalTip (galau kreatip)
Mereka yang masuk kategori ini, menggunakan kegalauan mereka untuk berkarya. Berpuisi, berpantun atau membuat syair. Jangan kira batasan karakter mampu menghalangi kreatifitas mereka. Tenang. Kalo hoki, bisa nih dibaca sama personel band apa entah, lama-lama menyaingi keahlian melly goeslaw. Mana tau, ya gak?
GakTip (galau gak kreatip)
nah yang ini agak kurang produktif. Kerjaannya tinggal melakukan rituit dari berbagai penyedia quotes yang entah mengapa juga galau sepanjang masa. Mungkin account itu emang dibuat khusus untuk mereka yang kurang kreatif seperti ini, biar bisa ikut eksis galaunya bareng sama mereka yang seperjuangan.
Gape (galau tepe-tepe)
Galau satu ini bisa dicontoh oleh kamu yang kehabisan ide buat pedekate sama gebetan. Sedikit ditambah bumbu unyu, dijamin bisa menarik perhatian yang bersangkutan. Tapi hati-hati, ada 3 kemungkinan yang bisa saja terjadi. Yang pertama, salah sasaran, aa yang datang bukanlah yang kamu inginkan. kedua, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui (ini asik!), yang terakhir.. yang bersangkutan ilfil karena bumbu unyu berlebih dari yang disarankan.
Garam (galau geram)
Kalo yang ini mending dicuekin aja sementara (atau selamanya. hwahaha), mengapa? Karena galauers satu ini hobi mencak-mencak melontarkan sumpah serapah kemana-mana. Begitu ditanya, biasanya sok jual mahal n sok jutek. Jadi yaa, mending ga usah ditanya. Banyak juga yang menggunakan bahasa inggris, masalahnya.. sukur-sukur kalo grammarnya benar. Hahahaha...
dan yang terakhir..
Gaplok
Nah ini yang perlu lo lakukan kalo si ybs (siapapun itu) udah kelewatan galaunya sampai mengganggu ketenangan hidup lo. Nyahahahaha....
Selasa, 12 Juli 2011
Rabu, 01 Juni 2011
Sepanjang Masaaaa
Di penghujung bulan Mei ini, gue secara tidak sengaja menonton sederetan tayangan televisi swasta yang juara sepanjang masa.
Pertama, gue nonton Film India yang kondang sepanjang masa dan menurut gue, salah satu film tanda kebangkitan perfilman India. Sebenernya intinya, itu jaman hitsnya Sharukh Khan aja si.
Film legendaris berat lintas generasi, apalagi kalo bukan Kuch Kuch Hotta Hae.
Selesai nonton itu, jreng..jreng.. hari berganti, teng! tgl 1 Juni sudah! (yeayy. besok gajiaaan! hahaha),
ternyata begitu pindah stasiun, munculah si tampan sepanjang masa yang juga melegenda lintas generasi, masih dari benua Asia, kali ini lebih putih aja.
Dari negeri bambu, siapa lagi kalo bukan.. Wong Fei Hung, a.k.a Jet Li!!
Jadi deh gue nonton mereka tanding barongsai apa gimana deh gue juga kurang paham.
Intinya, dia sama kecenya sama Sharukh Khan.
Berencana menyudahi, ternyata Wong Fei Hung yang sudah tamat (adegan terakhirnya mereka, wong fei hung beserta murid-muridnya berjalan berderet sambil di tiup-tiup angin. keren gila. ngakak gila. hahahahha), dilanjutkan manusia yang lagi-lagi hitsnya juara.
Bonusnya, dia sering dijuluki ganteng dari lahir sampe tua,
siapa lagi kalo bukan, Andy Lau! Selamat! Jekpottt tontonan gue hari ini! hahahha..
Kerennya, si engkoh (ciakaka..) yang beken berkat tayangan pendekar rajawalinya di jaman baheula dulu itu, main bersama sederet bintang Asia hits lainnya. Gue sebutin :
Vicky Zhao!
Ekin Ceng!
Udah deh, juara tontonan gue malem ini.
Gimana kalo lanjut nonton dvd meteor garden 1?
Hahahahha...
Pertama, gue nonton Film India yang kondang sepanjang masa dan menurut gue, salah satu film tanda kebangkitan perfilman India. Sebenernya intinya, itu jaman hitsnya Sharukh Khan aja si.
Film legendaris berat lintas generasi, apalagi kalo bukan Kuch Kuch Hotta Hae.
Selesai nonton itu, jreng..jreng.. hari berganti, teng! tgl 1 Juni sudah! (yeayy. besok gajiaaan! hahaha),
ternyata begitu pindah stasiun, munculah si tampan sepanjang masa yang juga melegenda lintas generasi, masih dari benua Asia, kali ini lebih putih aja.
Dari negeri bambu, siapa lagi kalo bukan.. Wong Fei Hung, a.k.a Jet Li!!
Jadi deh gue nonton mereka tanding barongsai apa gimana deh gue juga kurang paham.
Intinya, dia sama kecenya sama Sharukh Khan.
Berencana menyudahi, ternyata Wong Fei Hung yang sudah tamat (adegan terakhirnya mereka, wong fei hung beserta murid-muridnya berjalan berderet sambil di tiup-tiup angin. keren gila. ngakak gila. hahahahha), dilanjutkan manusia yang lagi-lagi hitsnya juara.
Bonusnya, dia sering dijuluki ganteng dari lahir sampe tua,
siapa lagi kalo bukan, Andy Lau! Selamat! Jekpottt tontonan gue hari ini! hahahha..
Kerennya, si engkoh (ciakaka..) yang beken berkat tayangan pendekar rajawalinya di jaman baheula dulu itu, main bersama sederet bintang Asia hits lainnya. Gue sebutin :
Vicky Zhao!
Ekin Ceng!
Udah deh, juara tontonan gue malem ini.
Gimana kalo lanjut nonton dvd meteor garden 1?
Hahahahha...
Selasa, 31 Mei 2011
Magic Hours
Welcoming my new look,
Hello.. I'm Magic Hours :)
Hehehe.. katakan selamat tinggal pada 'LoliDavyLalala'.
Tidak ada kepentingan khusus kenapa nama itu hengkang dari blog gue,
gak tau kena angin apa belakangan ini setiap melihat blog ini (walau ga ada postingan baru, melihat sesekali dengan harapan keinginan menulis muncuat kemana-mana),
gue terbayang si magic hours ini.
Yasudah, akhirnya gue putuskan..
selamat datang judul baru. Selamat tinggal loli. hehehe
Magic Hours, because the dream works and the magic happens. :)
See you,
xoxo
Hello.. I'm Magic Hours :)
Hehehe.. katakan selamat tinggal pada 'LoliDavyLalala'.
Tidak ada kepentingan khusus kenapa nama itu hengkang dari blog gue,
gak tau kena angin apa belakangan ini setiap melihat blog ini (walau ga ada postingan baru, melihat sesekali dengan harapan keinginan menulis muncuat kemana-mana),
gue terbayang si magic hours ini.
Yasudah, akhirnya gue putuskan..
selamat datang judul baru. Selamat tinggal loli. hehehe
Magic Hours, because the dream works and the magic happens. :)
See you,
xoxo
Selasa, 10 Mei 2011
Kota Tapi Pinggir, Pinggir Tapi Kota
Semalam gue dan temen-temen gue membahas soal masalah pergaulan.
Bukan kurang kerjaan, tapi kita memang lagi ngumpul untuk sebuah tujuan mulia, menemukan spirit kontingen untuk di bawa ke REACH nanti. (klik REACH-nya kalo kamu mau tahu apa itu REACH, iklan sedikitlah. hehe)
Spirit itu semacam suatu perubahan yang ingin lo bawa bagi diri sendiri maupun kontingen yang akan maju di REACH nanti. Kerenkan?
Makanya spirit ini gak boleh ASJAD - asal jadi, karena perubahan ini tentu akan berdampak besar buat diri lo sendiri dan orang lain, dalam kasus ini, orang lain di sini buanyak jumlahnya.
Mungkin kalo lo baca tulisan-tulisan gue sebelomnya (amin dan terimakasih. hahaha), lo gak terlalu asing lagi soal ini. Dimana setahun yang lalu gue maju memimpin kontingen DKI Jakarta dengan spirit 'BERANI MENGEJAR PASSION' dimana nama kontingen gue pada saat itu 'ACTION (Act Your Passion!)'.
Bangga berjuta-juta ngetiknya. hehehe...
Nah kembali ke obrolan semalam.
Selama kurang lebih 3 jam, kita ngobrol tentang kenapa jadi anak muda gaul itu susah, terutama di tengah para pelaku bincang malam tersebut.
Dilema susah gaul antar kelas jadi trending topic malam itu.
"gue pengen banget temenan sama si A - sebut saja Nicky (bahaha..), tapi takut ga nyambung... Dia keren banget, gue pengen kaya dia, punya mobil, bla.. bla.. blaa"
"kalo punya duit, gue yakin gue bisa gaul sama si B - sebut saja Nala, kalo sekarang gue nyapa aja takut."
Kurang lebih begini kutipan-kutipan dialog semalam. Makin malam, rasanya jadi malam curhat yang kalo boleh gue kasih judul..
"Curahan Hati Abege Kere' (pinggiran) Jakarta kota Metropolitan".
Menjual gak judulnya?
Rata-rata di ruangan itu jadinya merasa bahwa kalau kaya baru bisa gaul, sama yang kaya terutama.
Masalahnya, di ruangan itu, yang bisa dikatakan kaya, paling cuma 2.
Kayaknya itu juga.
Dan masalahnya lagi, kalau nasib baik, iya bisa kaya (entah berapa lama lagi itu).
Kalau nasib kurang baik, udah makan waktu lama tapi gak kaya-kaya juga?
Masalah kurang gaul ini sadar gak sadar bikin kita 'gak kemana-mana'.
Dalam arti, lingkup pertemanan kita sempit.
Mungkin banyak, tapi di situ-situ aja.
(Mungkin lama-lama gue kenal dan dikenal oleh warga satu Dadap! bwahaha... banyak, tapi gak kemana-mana..).
Parahnya lagi, ini juga salah satu yang baru gue sadari semalam,
hal ini bikin kita 'gagap' beretika ketika harus berhadapan dengan orang lain, terutama ketika mendapati dunia yang lebih luas dan kelas yang lebih beragam.
Saat ini gue sendiri sedang ketar-ketir, gue dihadapkan pada sebuah kesempatan yang gue idam-idamkan, tapi di satu sisi, tuntutan kapasitas beretika gue jadi PR besar yang bisa jadi batu sandungan.
Malam itu, gue merasa ini gak hanya jadi batu sandungan buat gue.
Tapi kami semua di ruangan itu, mungkin kelihatannya oke-oke aja, tapi begitu dilihat baik-baik, kami memiliki dunia yang sangat sempit dibalik keinginan-keinginan kami yang sangat besar, dan tentu saja membutuhkan space yang lebih besar.
*miris*
Gue gak berasal dari hutan belantara, tapi dari pinggiran kota.
Kota tapi pinggir.
Pinggir tapi kota.
*serba salah* - padahal gak ada yang salah.
Latar belakang lingkungan tempat tinggal dan keluarga gue isinya layaknya gambaran pinggiran kota yang mungkin pernah lo dengar.
Problem ekonomi menengah kebawah (cenderung melarat), ada yang bapaknya tukang judi, tukang tipu, tukang main cewek, ibunya jadi bandar singapur (sebutan untuk semacam perjudian), kabur ninggalin anak pergi ke Taiwan. anak broken home, sekolah belom selesai udah hamil, dan semacamnya.
Kami di ruangan itu berangkat dari garis latar belakang yang hampir sama.
Mungkin ada yang lebih baik, ada yang lebih buruk.
Mungkin benar, punya duit akan bisa bikin lebih gampang.
Itu akan jadi 'tiket masuk' ke pintu pergaulan manapun.
Tapi malam itu gue juga percaya ada hal lain yang pasti bisa jadi 'tiket masuk'.
Mungkin iya, karena latar belakang kita bukan siapa-siapa atau bukan apa-apa (mungkin itu orang tua, keluarga, ekonomi), akan jadi lebih sulit.
Tapi, jadi sesuatu dengan latar belakang oke, itu biasa. Tapi kalo kita jadi siapa-siapa (jadi sesuatu) dengan latar belakang biasa aja, itu baru keren! -inget kata-kata Renny Turangga. hehehe...
Well, saat ini kami masih mencari tiket lainnya itu.
Nanti kalo udah ketemu, gue bagi.
Kali berguna buat sesama bokek. *loh*
hahahaha....
Bukan kurang kerjaan, tapi kita memang lagi ngumpul untuk sebuah tujuan mulia, menemukan spirit kontingen untuk di bawa ke REACH nanti. (klik REACH-nya kalo kamu mau tahu apa itu REACH, iklan sedikitlah. hehe)
Spirit itu semacam suatu perubahan yang ingin lo bawa bagi diri sendiri maupun kontingen yang akan maju di REACH nanti. Kerenkan?
Makanya spirit ini gak boleh ASJAD - asal jadi, karena perubahan ini tentu akan berdampak besar buat diri lo sendiri dan orang lain, dalam kasus ini, orang lain di sini buanyak jumlahnya.
Mungkin kalo lo baca tulisan-tulisan gue sebelomnya (amin dan terimakasih. hahaha), lo gak terlalu asing lagi soal ini. Dimana setahun yang lalu gue maju memimpin kontingen DKI Jakarta dengan spirit 'BERANI MENGEJAR PASSION' dimana nama kontingen gue pada saat itu 'ACTION (Act Your Passion!)'.
Bangga berjuta-juta ngetiknya. hehehe...
Nah kembali ke obrolan semalam.
Selama kurang lebih 3 jam, kita ngobrol tentang kenapa jadi anak muda gaul itu susah, terutama di tengah para pelaku bincang malam tersebut.
Dilema susah gaul antar kelas jadi trending topic malam itu.
"gue pengen banget temenan sama si A - sebut saja Nicky (bahaha..), tapi takut ga nyambung... Dia keren banget, gue pengen kaya dia, punya mobil, bla.. bla.. blaa"
"kalo punya duit, gue yakin gue bisa gaul sama si B - sebut saja Nala, kalo sekarang gue nyapa aja takut."
Kurang lebih begini kutipan-kutipan dialog semalam. Makin malam, rasanya jadi malam curhat yang kalo boleh gue kasih judul..
"Curahan Hati Abege Kere' (pinggiran) Jakarta kota Metropolitan".
Menjual gak judulnya?
Rata-rata di ruangan itu jadinya merasa bahwa kalau kaya baru bisa gaul, sama yang kaya terutama.
Masalahnya, di ruangan itu, yang bisa dikatakan kaya, paling cuma 2.
Kayaknya itu juga.
Dan masalahnya lagi, kalau nasib baik, iya bisa kaya (entah berapa lama lagi itu).
Kalau nasib kurang baik, udah makan waktu lama tapi gak kaya-kaya juga?
Masalah kurang gaul ini sadar gak sadar bikin kita 'gak kemana-mana'.
Dalam arti, lingkup pertemanan kita sempit.
Mungkin banyak, tapi di situ-situ aja.
(Mungkin lama-lama gue kenal dan dikenal oleh warga satu Dadap! bwahaha... banyak, tapi gak kemana-mana..).
Parahnya lagi, ini juga salah satu yang baru gue sadari semalam,
hal ini bikin kita 'gagap' beretika ketika harus berhadapan dengan orang lain, terutama ketika mendapati dunia yang lebih luas dan kelas yang lebih beragam.
Saat ini gue sendiri sedang ketar-ketir, gue dihadapkan pada sebuah kesempatan yang gue idam-idamkan, tapi di satu sisi, tuntutan kapasitas beretika gue jadi PR besar yang bisa jadi batu sandungan.
Malam itu, gue merasa ini gak hanya jadi batu sandungan buat gue.
Tapi kami semua di ruangan itu, mungkin kelihatannya oke-oke aja, tapi begitu dilihat baik-baik, kami memiliki dunia yang sangat sempit dibalik keinginan-keinginan kami yang sangat besar, dan tentu saja membutuhkan space yang lebih besar.
*miris*
Gue gak berasal dari hutan belantara, tapi dari pinggiran kota.
Kota tapi pinggir.
Pinggir tapi kota.
*serba salah* - padahal gak ada yang salah.
Latar belakang lingkungan tempat tinggal dan keluarga gue isinya layaknya gambaran pinggiran kota yang mungkin pernah lo dengar.
Problem ekonomi menengah kebawah (cenderung melarat), ada yang bapaknya tukang judi, tukang tipu, tukang main cewek, ibunya jadi bandar singapur (sebutan untuk semacam perjudian), kabur ninggalin anak pergi ke Taiwan. anak broken home, sekolah belom selesai udah hamil, dan semacamnya.
Kami di ruangan itu berangkat dari garis latar belakang yang hampir sama.
Mungkin ada yang lebih baik, ada yang lebih buruk.
Mungkin benar, punya duit akan bisa bikin lebih gampang.
Itu akan jadi 'tiket masuk' ke pintu pergaulan manapun.
Tapi malam itu gue juga percaya ada hal lain yang pasti bisa jadi 'tiket masuk'.
Mungkin iya, karena latar belakang kita bukan siapa-siapa atau bukan apa-apa (mungkin itu orang tua, keluarga, ekonomi), akan jadi lebih sulit.
Tapi, jadi sesuatu dengan latar belakang oke, itu biasa. Tapi kalo kita jadi siapa-siapa (jadi sesuatu) dengan latar belakang biasa aja, itu baru keren! -inget kata-kata Renny Turangga. hehehe...
Well, saat ini kami masih mencari tiket lainnya itu.
Nanti kalo udah ketemu, gue bagi.
Kali berguna buat sesama bokek. *loh*
hahahaha....
Jumat, 06 Mei 2011
Endless Journey
Kinda miss you a lot my loli! :)
Hemm.. Hemm..
Well.. many things happenned since my the last time I wrote here..
Hemm.. *salahtingkah*
Hahaha...
Well.. well, I'm not the leader of "Generasi Muda DKI Jakarta sentra B" anymore since April 30th 2011- 4 days ago.
Satu malam sebelumnya gue melihat dia duduk di depan gue sambil memegang mic dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di'lempar' ke dia.
For God sake! Hari itu serasa gue melihat diri gue sendiri satu tahun yang lalu.
Beberapa juga sependapat dan berkata sama.
Yep, mereka bilang dia mirip gue.
Hari itu dia duduk di sana dengan membawa PR yang sama persis dengan apa yang gue bawa satu tahun lalu.
Lucu rasanya ketika lo ngeliat orang yang sampe omongannya sama persis sama lo.
Satu tahun yang lalu gue mulai belajar hal paling sederhana yang paling susah gue lakuin.. belajar untuk sayang sama orangtua gue.
Satu tahun yang lalu gue mulai belajar melihat diri gue sendiri, apa adanya.
Satu tahun yang lalu gue mengerti kenapa jadi anak muda harus hidup dengan passion!
Satu tahun yang lalu gue mengenal rasanya seneeeng luar biasa ketika kita bisa melakukan sesuatu yang bisa bikin happy orang lain.
Satu tahun yang lalu gue mulai berani mengambil tantangan yang lebih besar untuk sebuah impian yang besar dalam hidup gue.
It won't be easy, but I can promise you..
It won't be ordinary.
Ladies and gentlemen, this is Sheila Wirya Atmaja!
Congratz!
And now it's your turn,
to bring us to another endless journey for a bigger, bigger, and bigger dream! :)
Many things to do,
many dreams are waiting,
go go goo!!!
Gooo!! Sentraaa B!!
Hemm.. Hemm..
Well.. many things happenned since my the last time I wrote here..
Hemm.. *salahtingkah*
Hahaha...
Well.. well, I'm not the leader of "Generasi Muda DKI Jakarta sentra B" anymore since April 30th 2011- 4 days ago.
Satu malam sebelumnya gue melihat dia duduk di depan gue sambil memegang mic dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di'lempar' ke dia.
For God sake! Hari itu serasa gue melihat diri gue sendiri satu tahun yang lalu.
Beberapa juga sependapat dan berkata sama.
Yep, mereka bilang dia mirip gue.
Hari itu dia duduk di sana dengan membawa PR yang sama persis dengan apa yang gue bawa satu tahun lalu.
Lucu rasanya ketika lo ngeliat orang yang sampe omongannya sama persis sama lo.
Satu tahun yang lalu gue mulai belajar hal paling sederhana yang paling susah gue lakuin.. belajar untuk sayang sama orangtua gue.
Satu tahun yang lalu gue mulai belajar melihat diri gue sendiri, apa adanya.
Satu tahun yang lalu gue mengerti kenapa jadi anak muda harus hidup dengan passion!
Satu tahun yang lalu gue mengenal rasanya seneeeng luar biasa ketika kita bisa melakukan sesuatu yang bisa bikin happy orang lain.
Satu tahun yang lalu gue mulai berani mengambil tantangan yang lebih besar untuk sebuah impian yang besar dalam hidup gue.
It won't be easy, but I can promise you..
It won't be ordinary.
Ladies and gentlemen, this is Sheila Wirya Atmaja!
Congratz!
And now it's your turn,
to bring us to another endless journey for a bigger, bigger, and bigger dream! :)
and yes, I'm nothing without them.
Many things to do,
many dreams are waiting,
go go goo!!!
Gooo!! Sentraaa B!!
Kamis, 14 April 2011
Quote Pembakar Semangat
Ini quote yang barusan gue dapat waktu chat sama vinny.
Harus buru-buru gue co-pas, komputer gue sering restart mendadak.
Sayang kalo entar ini ilang.
Perhatikan baik-baik, ini keren :
"Selama fisik masih memungkinkan, jangan pernah mengabaikan kesempatan dan membatasi keinginan, karena hal inilah yang membuat kita terus “lahir” dan hidup penuh gairah. Anak muda yang tidak suka tantangan sama saja cari “mati”. – Rusdi Rukmarata (PP April 2010)"
Ada bagian yg gue bold tanpa seijin Vinny dan sang pencipta, mas Rusdi.
Kayaknya gapapa, cuma nebelin dikit aja.
What a night!
Terima kasih buatmu, Vinny untuk daftar-daftar pengantarmu.
Terima kasih buatmu, adik sepupu, serasa kandung, untuk nasi goreng pengkolan pemberianmu.
Terima kasih Mike, Apit, Ellen, Silvi...
ohya, terima kasih buat si anak gila yang udah ngasih gue Daishi Dance 3 album!
Hoaaaaa.......
Senaaangnyaaa!!
kamu gilaaaa.. hahaha *lebay*
Sungguh pembakar semangat luar biasaaa!!
Go DAVY Goooooo!!!
Ohya, sejujurnya gue masih menyisakan harapan untuk ikut Reach..
ya ampuun, selamatkanlah 18 mahkluk yang pengen ikut REACH iniii...
Eits, Semangaaattt!!
selamat malam semua,
Semangatt! hehehehe..
Harus buru-buru gue co-pas, komputer gue sering restart mendadak.
Sayang kalo entar ini ilang.
Perhatikan baik-baik, ini keren :
"Selama fisik masih memungkinkan, jangan pernah mengabaikan kesempatan dan membatasi keinginan, karena hal inilah yang membuat kita terus “lahir” dan hidup penuh gairah. Anak muda yang tidak suka tantangan sama saja cari “mati”. – Rusdi Rukmarata (PP April 2010)"
Ada bagian yg gue bold tanpa seijin Vinny dan sang pencipta, mas Rusdi.
Kayaknya gapapa, cuma nebelin dikit aja.
What a night!
Terima kasih buatmu, Vinny untuk daftar-daftar pengantarmu.
Terima kasih buatmu, adik sepupu, serasa kandung, untuk nasi goreng pengkolan pemberianmu.
Terima kasih Mike, Apit, Ellen, Silvi...
ohya, terima kasih buat si anak gila yang udah ngasih gue Daishi Dance 3 album!
Hoaaaaa.......
Senaaangnyaaa!!
kamu gilaaaa.. hahaha *lebay*
Sungguh pembakar semangat luar biasaaa!!
Go DAVY Goooooo!!!
Ohya, sejujurnya gue masih menyisakan harapan untuk ikut Reach..
ya ampuun, selamatkanlah 18 mahkluk yang pengen ikut REACH iniii...
Eits, Semangaaattt!!
selamat malam semua,
Semangatt! hehehehe..
Langganan:
Postingan (Atom)








