Miss you so bad my Big Bear..
Heart you, Mr. A, Mr. B, Mr. C .... Mr. Z
You Know Me so Well..
Hwahaha.. gak, gak.. yang ini enggak.
Paling gak, gue belom pernah baca kalo yang ini.
Barusan gue membuka facbook dan menemukan beraneka ragam posting status dari beberapa kawan yang tampaknya sedang dilanda balada asmara hebat, entah itu yang gusar, galau, sampai jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
atau sebaliknya, status-status keren berbahasa inggris yang dibuat sedemikian rupa untuk menggambarkan hati yang kelam sekelam-kelamnya sampe hitam gak kelihatan.
Sayang, status-status seperti itu sering kali salah dalam penggunaan grammar!
Alhasil, suasana yang terbangun rusak seketika ketika ada comment dari orang-orang jahat (yang tidak peka suasana) yang mengoreksi penggunaan grammar pada status tersebut.
Naas.
"woy! tensesnya salah tuh!"
Hahahhah...
Lucu lagi, gue membaca status yang bertuliskan "miss you my big bear" tadi, kepala ini otomatis merujuk kepada si kekasih hati empunya status itu dan mendapati pacarnya itu gak ada mirip-miripnya sama beruang, apalagi besar.
Jadi asumsi gue, antara si Big Bear ini selingkuhannya atau dia kangen sama boneka beruang pemberian kekasih hatinya itu.
Tapi ternyata itu si pacarnya, bukan bonekanya.
Jatuh cinta, "mini lele" bisa berubah jadi "big bear" ternyata.
Dashyatnya kekuatan cinta.
Padahal jelas-jelas lebih mirip ikan lele. *jahat
Biar kesannya misterius, si doi kita sebut dengan penggunaan inisial.
Padahal seantero bumi udah tau itu siapa,
tapi gakpapa.. biar romantis.
Kalo di tengah-tengah jalinan asmara hati berpindah,
inisial berganti, bisa diakal-akalin.
Misalnya :
Love you Mr. A
Rabu, 16 Februari 2011
Hari Merah Jambu





gue merasa jadi buronan picek yg abis digebukin massa
tapi vinny suka foto ini, ya sudahlah.
tapi vinny suka foto ini, ya sudahlah.
Menghabiskan hari di tanggal 14 Febuari 2011,
Jeprat-jepret tralala..
Inilah cara kami plentinan, menghabiskan sisa malam di hari merah jambu,
dengan penuh cinta.
Davy. Vinny. Sisca
Ngomong-ngomong.. saya cinta berat sama foto-foto di atas,
terutama foto yang saya berpose sendiri (teteep!).
Terimakasih pada Vinny dan hp-nya, juga Sisca.
cuppss!
Jeprat-jepret tralala..
Inilah cara kami plentinan, menghabiskan sisa malam di hari merah jambu,
dengan penuh cinta.
Davy. Vinny. Sisca
Ngomong-ngomong.. saya cinta berat sama foto-foto di atas,
terutama foto yang saya berpose sendiri (teteep!).
Terimakasih pada Vinny dan hp-nya, juga Sisca.
cuppss!
Kamis, 10 Februari 2011
Jumat, 04 Februari 2011
Tentang Perempuan, Tentang Kesemsem
Tuing!
Hanya sebuah kalimat,
disertai senyum,
rasanyaaaa.... hahahahaha...
Bagai oase di padang gurun,
es teh manis sehabis senam SKJ,
donat gula di tengah sambel terasi,
kipas angin di depan muka..
Gue gak tau donat gula di tengah sambel terasi, kayaknya sih aneh..
Biar deh, namanya juga..
kesemsem!
SAH!
hahahahha..
Hanya sebuah kalimat,
disertai senyum,
rasanyaaaa.... hahahahaha...
Bagai oase di padang gurun,
es teh manis sehabis senam SKJ,
donat gula di tengah sambel terasi,
kipas angin di depan muka..
Gue gak tau donat gula di tengah sambel terasi, kayaknya sih aneh..
Biar deh, namanya juga..
kesemsem!
SAH!
hahahahha..
Label:
cerita perempuan,
kesemsem,
senyam-senyum :)
Jumat, 28 Januari 2011
Hello, Young Lady! :)
A lady walks in a pair of beautiful heels,
dancing in beautiful dress with laces and pearls,
a bow on her head..
and sometimes she gets flowers on her head..
And..
This is me..
a girl in jeans.. or my lovely black legging..
with a big loose shirt,
walking down the street with my sneakers on my feet,
dancing on my way home,
singing in a bus.. my night bus which its bring me back home almost every night..
But hey! sometimes I have a little flowery bow on my head,
I bought it in a girl's stuff shop.. cute enough! :D
And.. yes!
I'm a lady...
ups.. Young lady :)
Yes, you too..
Whatever you wear, however you are.. :)
dancing in beautiful dress with laces and pearls,
a bow on her head..
and sometimes she gets flowers on her head..
And..
This is me..
a girl in jeans.. or my lovely black legging..
with a big loose shirt,
walking down the street with my sneakers on my feet,
dancing on my way home,
singing in a bus.. my night bus which its bring me back home almost every night..
But hey! sometimes I have a little flowery bow on my head,
I bought it in a girl's stuff shop.. cute enough! :D
And.. yes!
I'm a lady...
ups.. Young lady :)
Yes, you too..
Whatever you wear, however you are.. :)
Kamis, 20 Januari 2011
Pizza : a pan and a slice
2 jam terjebak macet di sepanjang Jalan Panjang (dari Permata Hijau sampe ke kampus gue), gue sama Putri, si kawan baru yang tampaknya sealiran, berusaha membunuh waktu dengan sebaik mungkin.
Tapi sebaik-baiknya, mau baik kayak apa juga berada di dalam mobil dengan laju maju ke depan seuprit-seuprit.
Gak juga, gak buruk.
Kita tukeran cerita, dasar cewek..
Mulai dari cowok.. Cina, Indo, India, Bule (Bule Amrik, Bule Spanyol, sampe Bule kampung), semua dibahas.
Ternyata masih belom sampe juga ke tempat tujuan.
Ganti topik, balik lagi, ganti lagi.. sampe deh. hahaha
Begitu juga arah kembali.
Bedanya, di perjalanan pulang bahan obrolan kita agak sedikit lebih berbobot.
Agak sedikit bergaya, kita membahas isu rasisme di Indonesia.
Gayaaa..
Di tengah obrolan sotoy sok pinter itu gue malah teringat (entah gimana caranya)..emm..sebut saja masa-masa sulit di tengah putaran roda kehidupan. Bahahahha..
Waktu kecil, gue terbiasa kemana-mana diantar sama bokap.
Kemana-mana naik mobil (apapun mobilnya, yang penting naek!)..
Gue punya kamar sendiri, yang gak perlu gue bagi dengan siapapun.
Gue gak perlu berbagi atau berebut tontonan TV dengan siapapun.
DENGG!!!
Tiba-tiba..
Gue terdampar di rumah nenek gue dengan ukuran gak lebih besar dari lantai satu rumah gue dulu.
Gue sekamar sama orang tua gue, dengan ranjang yang biasanya gue gunakan untuk sendiri, sekarang bertiga.
Gue harus mompa sebelum mandi, percaya atau enggak air yang keluar sering kompakan sama sayap kecoa, jelek-jelek kecoanya ikutan keluar serasa main perosotan di waterbom.
Ini yang bagi gue pada saat itu lebih buruk..
Pizza ukuran personal yang biasa gue habiskan sendiri, saat itu gue harus belajar berbagi dengan sepupu-sepupu gue yang lain. eits, bukan satu loyang, gue harus berbagi satu slice pizza.
Gue gak bisa lagi nonton Detective Conan di Indosiar jam 8 pagi dengan tenang, tontonan juga ternyata harus dibagi, dengan Doraemon yang tayang di jam yang sama.
(kenapa gak cari jam yang lain sih?)
Semua dibagi.
Bahkan waktu, uang saku (yg lama-lama gue sadari gue gak dapet uang sakuu!! hahahha), bekal, juga pakaian.
Tenang-tenang, ini bukan tulisan miris ala drama.
Itu gue alami pertama kali sewaktu gue duduk di bangku SD.
Percayalah, kalo kata orang roda itu naik turun, memang benar adanya.
Gue naik lagi, gue mendapatkan kembali apa yang gue miliki sebelumnya.
Sebelum kemudian.. gue jatoh lagi!
Buahahahahhaa...
Gue gak minat membuat "jatoh part 2", tapi kalo entah sehabis ini atau kapan tau gue berhasrat mau berbagi tentang itu. Pasti akan gue lakukan.
Gue memasuki masa remaja (baca : abg labil) di masa "kepeleset" gue yang kedua.
Gue lebih suka kata "kepeleset" ketimbang jatoh. hahahha
Percayalah, jadi abg di tengah masa seperti itu gampang-gampang susah.
Waktu kecil gue gak terlalu berasa, cuma urusan Tv dan Pizza aja gue keberatan.
Begitu jadi abg, nah jadi semakin pelik.
Hahahhaha...
Percaya deh, rasanya gak kalah seru dibanding Sherina sama Derby Romero di Petualangan Sherina. Beda latarnya aja, mereka di hutan, gue di Dadap! bahahaha..
Bukan juga judulnya jadi "Petualangan Dadap" ya. Hahhaha...
Hemm.. Apa yaaa?
Hahaha..
Lucu aja ngebayanginnya, walau waktu menjalaninya gak selucu ini.
Pasti. Sesakti apapun anak itu! haha..
Kaget sampe bego, panik sampe tolol..
Sedih melihat pizza gue dimakan, gak rela.
Berat rasanya gak nonton acara favorit yang biasa lo tonton hampir setiap minggunya dengan penantian 6 hari penuh.
Well,
buat gue, semua yang gue alami di atas berharga banget.
Setiap orang punya pelajarannya sendiri sesuai porsinya, menurut gue gitu loh ya. Hehehe..
Dan yang di atas, jatah gue ternyata.
Gue gak tau apa lagi di depan, we won't stop learning, right? :D
Tapi gue bersyukur banget sudah sampai seperti gue yang saat ini,
bersyukur..
bukan puas.. hehehhehe
(tetep pasang gayaa sejutaaa!)
hahahhaha
Dadapsari,
Davy
Hahahhaa....
Tapi sebaik-baiknya, mau baik kayak apa juga berada di dalam mobil dengan laju maju ke depan seuprit-seuprit.
Gak juga, gak buruk.
Kita tukeran cerita, dasar cewek..
Mulai dari cowok.. Cina, Indo, India, Bule (Bule Amrik, Bule Spanyol, sampe Bule kampung), semua dibahas.
Ternyata masih belom sampe juga ke tempat tujuan.
Ganti topik, balik lagi, ganti lagi.. sampe deh. hahaha
Begitu juga arah kembali.
Bedanya, di perjalanan pulang bahan obrolan kita agak sedikit lebih berbobot.
Agak sedikit bergaya, kita membahas isu rasisme di Indonesia.
Gayaaa..
Di tengah obrolan sotoy sok pinter itu gue malah teringat (entah gimana caranya)..emm..sebut saja masa-masa sulit di tengah putaran roda kehidupan. Bahahahha..
Waktu kecil, gue terbiasa kemana-mana diantar sama bokap.
Kemana-mana naik mobil (apapun mobilnya, yang penting naek!)..
Gue punya kamar sendiri, yang gak perlu gue bagi dengan siapapun.
Gue gak perlu berbagi atau berebut tontonan TV dengan siapapun.
DENGG!!!
Tiba-tiba..
Gue terdampar di rumah nenek gue dengan ukuran gak lebih besar dari lantai satu rumah gue dulu.
Gue sekamar sama orang tua gue, dengan ranjang yang biasanya gue gunakan untuk sendiri, sekarang bertiga.
Gue harus mompa sebelum mandi, percaya atau enggak air yang keluar sering kompakan sama sayap kecoa, jelek-jelek kecoanya ikutan keluar serasa main perosotan di waterbom.
Ini yang bagi gue pada saat itu lebih buruk..
Pizza ukuran personal yang biasa gue habiskan sendiri, saat itu gue harus belajar berbagi dengan sepupu-sepupu gue yang lain. eits, bukan satu loyang, gue harus berbagi satu slice pizza.
Gue gak bisa lagi nonton Detective Conan di Indosiar jam 8 pagi dengan tenang, tontonan juga ternyata harus dibagi, dengan Doraemon yang tayang di jam yang sama.
(kenapa gak cari jam yang lain sih?)
Semua dibagi.
Bahkan waktu, uang saku (yg lama-lama gue sadari gue gak dapet uang sakuu!! hahahha), bekal, juga pakaian.
Tenang-tenang, ini bukan tulisan miris ala drama.
Itu gue alami pertama kali sewaktu gue duduk di bangku SD.
Percayalah, kalo kata orang roda itu naik turun, memang benar adanya.
Gue naik lagi, gue mendapatkan kembali apa yang gue miliki sebelumnya.
Sebelum kemudian.. gue jatoh lagi!
Buahahahahhaa...
Gue gak minat membuat "jatoh part 2", tapi kalo entah sehabis ini atau kapan tau gue berhasrat mau berbagi tentang itu. Pasti akan gue lakukan.
Gue memasuki masa remaja (baca : abg labil) di masa "kepeleset" gue yang kedua.
Gue lebih suka kata "kepeleset" ketimbang jatoh. hahahha
Percayalah, jadi abg di tengah masa seperti itu gampang-gampang susah.
Waktu kecil gue gak terlalu berasa, cuma urusan Tv dan Pizza aja gue keberatan.
Begitu jadi abg, nah jadi semakin pelik.
Hahahhaha...
Percaya deh, rasanya gak kalah seru dibanding Sherina sama Derby Romero di Petualangan Sherina. Beda latarnya aja, mereka di hutan, gue di Dadap! bahahaha..
Bukan juga judulnya jadi "Petualangan Dadap" ya. Hahhaha...
Hemm.. Apa yaaa?
Hahaha..
Lucu aja ngebayanginnya, walau waktu menjalaninya gak selucu ini.
Pasti. Sesakti apapun anak itu! haha..
Kaget sampe bego, panik sampe tolol..
Sedih melihat pizza gue dimakan, gak rela.
Berat rasanya gak nonton acara favorit yang biasa lo tonton hampir setiap minggunya dengan penantian 6 hari penuh.
Well,
buat gue, semua yang gue alami di atas berharga banget.
Setiap orang punya pelajarannya sendiri sesuai porsinya, menurut gue gitu loh ya. Hehehe..
Dan yang di atas, jatah gue ternyata.
Gue gak tau apa lagi di depan, we won't stop learning, right? :D
Tapi gue bersyukur banget sudah sampai seperti gue yang saat ini,
bersyukur..
bukan puas.. hehehhehe
(tetep pasang gayaa sejutaaa!)
hahahhaha
Dadapsari,
Davy
Hahahhaa....
Langganan:
Postingan (Atom)

